PERAN TNI DALAM AKSELERASI PEMBANGUNAN NTB

Kamis, 07 September 2017 - 08:11:19 WIB
Oleh: Admin Humas NTB
Dibaca 165 kali
 | Kategori: Opini

“Tujuan kita membangun adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat lahir dan bathin. Maka untuk dapat menghadirkan kesejahteraan secara nyata didalam kehidupan rakyat kita, partisipasi aktif dari  semua pihak, termasuk TNI untuk berperan sesuai kemampuan dan profesinya sangatlah dibutuhkan”.

Sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama segenap komponen lainnya mengambil peran yang terdepan. Mulai sejak perang revolusi untuk menumbangkan penjajahan dari Bumi Persada Nusantara. Kemudian dibuktikan dengan kesetiaan dan kedekatan TNI bersama rakyat dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Hingga pada tanggung jawab TNI sejak era orde lama dan orde baru sampai kepada orde reformasi sekarang ini, TNI tetap pada komitmen yang kukuh pada kesatuan nasional yang menunggal dengan rakyat. Dan terus bertanggung jawab mengawal dan mengisi kemedekaan dengan pembangunan untuk mencapai tujuan nasional. 

 Kuatnya komitmen TNI dalam akselerasi pembangunan nasional, patut diapresiasi dan harus dijadikan insiprasi bagaimana menanamkan spirit optimisme dalam meraih cita-cita nasional. TNI adalah tentara pejuang yang lahir dari rakyat dan terus mengambil peran strategis dalam mengakselerasi pembangunan nasional. Salah satu pelajaran penting yang ditunjukkan para prajurit TNI kepada masyarakat, khususnya di dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan tersebut  adalah sikap mental kejuangan yang optimistik diiringi kedisplinan dan kemauan yang kuat untuk berhasil mewujudkan cita-cita  diinginkan bersama. Hal ini sejalan dengan ajaran agama yang menganjurkan setiap umatnya untuk  selalu optimis dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan kebaikan.

Di era reformasi dan demokrasi pembangunan yang berkembang pesat saat ini, ditandai pesatnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, tentunya sangat berpengaruh pada lifestyle dan culture set masyarakat. Menghadapi situasi dan perkembangan yang demikian maka kehadiran TNI yang kuat dan profesional sangat dibutuhkan. Dalam pandangan saya selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat yang telah dua periode memimpin Bumi Gora, dengan kondisi geografis wilayah NTB dan didukung heterogenitas sosial budaya, maka TNI dibutuhkan tidak hanya dalam fungsi pertahanan negara, melainkan juga perannya dalam mensukseskan dan mengakselerasikan berbagai program pembangunan daerah melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Daerah. Misalnya melalui program  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Keluarga Berencana, Program Padat Karya, Bedah Rumah dan berbagai Program lain yang melibatkan TNI dan komponen lintas sektoral lainnya, seperti  kementerian, lembaga pemerintah non kementerian dan pemerintah daerah  serta berbagai elemen masyarakat lainnya termasuk pemuda dan karang taruna. Pada gilirannnya, program-program seperti itu akan menjadi medium yang efektif dalam mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di kota maupun di daerah pedesaan.

Konsep program TNI Manunggal Membangun Daerah tersebut, pada dasarnya  juga merupakan sebuah bentuk usaha untuk menyatukan tiga elemen penting dalam pembangunan, yaitu; Aparat birokrasi, Aparat Keamanan, termasuk TNI dan masyarakat dalam satu kesatuan untuk bergerak bersama dalam satu langkah nyata memajukan daerah. 

Dalam konteks pelaksanaan pembangunan di NTB, sesuai visi pembangunan daerah ini, yakni: Mewujudkan Masyarakat Nusa Tenggara Barat Yang Beriman, Berbudaya, Berdayasaing dan Sejahtera.  Maka semua elemen yang ada di NTB, termasuk TNI memiliki peran dan tanggung jawab yang sama untuk mengakselerasi dan merealisasikan berbagai program indikatif mewujudkan cita-cita luhur pembangunan NTB tersebut, sesuai peran dan fungsi masing-masing. Visi pembangunan tersebut mengandung 4 kata kunci, yakni:

  1. Masyarakat NTB, artinya seluruh warga masyarakat yang hidup dan bermukim di wilayah Nusa Tenggara Barat.
  2. Beriman, artinya masyarakat yang taat beragama, berbudi pekerti luhur dan saling menghargai satu sama lain dalam keberagaman sosial budaya.
  3. Berbudaya, artinya masyarakat yang mampu berpartisipasi dalam pembangunan dilandasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
  4. Berdayasaing, artinya masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, inovatif, kreatif agar mampu bersaing secara global.
  5. Sejahtera,  artinya masyarakat yang mampu memenuhi  kebutuhan  dasar secara ekonomi, sosial dan berkeadilan.

          Dari Visi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam 7 (tujuh) misi, dan salah satu di antara ketujuh misi tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat penurunan kemiskinan, dan mengembangkan keunggulan daerah. Selain itu, Melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah berbasis tata ruang, serta memantapkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Tujuan utama yang ingin dicapai dari pelaksanaan visi dan misi yang kemudian dijabarkan kedalam berbagai program pembangunan daerah tersebut, tentu adalah terwujudnya kesejahteraan seluruh masyarakat NTB dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan segenap potensi yang tersedia di dalamnya secara produktif, efisien, optimal dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian dan berkelanjutannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

          Sebagai provinsi kepulauan, NTB termasuk ke dalam kategori pulau-pulau kecil yang memiliki potensi agraris dan maritim yang besar sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakatnya. Keragaman SDA tersebut didukung keragaman sosial budaya, keunikan seni dan tradisi serta produk-produk kerajinan rakyat sebagai pendukung daya tarik wisata. Oleh karena itu, prioritas utama pembangunan Nusa Tenggara difokuskan pada dua sektor utama, yaitu sektor pertanian dan sektor pariwisata.

 

TNI PERKUAT POSISI NTB SEBAGAI LUMBUNG PANGAN NASIONAL

Pada sektor pertanian, NTB merupakan salah satu daerah yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini disebabkan karena NTB memiliki potensi sumber daya lahan pertanian yang cukup luas, baik lahan sawah maupun bukan sawah. Bahkan, dengan potensi tersebut NTB termasuk daerah yang memiliki surplus beras sekitar 600-700 ribu ton setiap tahun. Untuk menjaga NTB tetap sebagai sentra produksi pangan nasional, maka TNI memiliki peran strategis dalam ikut memperkuat posisi NTB sebagai lumbung pangan dan sentra produksi Nasional.

Peran tersebut dijalankan TNI melalui keterlibatannya dalam mengawal 4 (empat) strategi pencapaian peningkatan produksi tanaman pangan di NTB, yaitu :

Pertama: Peningkatan produktivitas, dengan cara penggunaan benih unggul bermutu, Pemupukan berimbang, penggunaan alsintan, pengairan dan teknologi budidaya.

Kedua: Penyempurnaan manejemen, meliputi; penyuluhan dan pendampingan, pemasaran, program LUEP; penguatan peran asosiasi KTNA serta kemitraan.

Ketiga: pengamanan produksi, dengan mengembangkan upaya-upaya antisipasi DPI, pengendalian OPT dan penanganan paska panen.

Keempat: Perluasan Areal dan optimalisasi lahan. Dalam pelaksanaan strategi keempat inilah, TNI di NTB mengambil peran terdepan, yakni: mengawal dan melaksanakan proses perluasan dan optimalisasi areal pertanian melalui  program kegiatan; cetak sawah baru. Di NTB, program cetak sawah baru yang dimotori oleh aparat dan prajurit TNI menyebar pada 8 kabupaten se-NTB  dan telah berhasil melaksanakan  pencetakan sawah baru pada  Tahun 2016     seluas: 11.444,95 hektar dan Tahun 2017 seluas: 1.352,30 hektar.

Namun secara keseluruhan dalam penguatan dan pengembangan produktivitas tanaman pertanian di NTB, TNI antara lain menjalankan 8 (delapan) fungsi yang sangat strategis, yaitu :

  1. Meningkatkan koordinasi di tingkat lapangan
  2. Mengisi sementara kekososangan petugas lapangan (satu PPL per desa) melalui Babinsa bersama aparat pertanian kecamatan
  3. Mengawasi jadwal pembagian air irigasi utamanya pada saat  musim kemarau
  4. Membantu menangani perbaikan jaringan irigasi
  5. Membantu pengendalian UPT /hama penyakit dalam skala luas, bila terjadi outbreak
  6. Membantu percepatan pelaporan LTT harian
  7. Membantu gerakan percepatan tanam/panen serempak
  8. Penampingan dan pengawalan penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi, jagung dan kedelai, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, penyaluran subsidi benih, penyaluran subsidi pupuk.

Dengan peran yang strategis tersebut, tentu  hasil-hasil kegiatan pembangunan pertanian atas sumbangsih TNI yang sangat besar tersebut, patut diapresiasi dan perlu terus diberikan dukungan bagi keberlanjutannya di masa yang akan datang, termasuk pada sektor-sektor yang lain. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dapat merasakan manfaat dari kehadiran TNI dalam bidang pertahanan negara, melainkan lebih dari itu, pembangunan daerah juga akan tumbuh pesat dan kuat sehingga kita bisa menjadi bangsa yang kuat dan kokoh.

Sektor kedua yang menjadi fokus pembangunan NTB saat ini adalah pengembangan sektor periwisata. Pembangunan kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Lombok Tengah, sebagai resort pariwisata bertaraf internasional dan telah ditetapkan sebagai salah satu  prioritas pengembangan nasional dari 10 destinasi potensial di Indonesia. Kebijakan tersebut membutuhkan back up keamanan, baik dari aspek keamanan aset, legalitas investasi dan aspek security lainnya.  Di tengah upaya pemerintah daerah terus melakukan penataan dan pengaturan kawasan tersebut, sempat muncul kasus sengketa lahan secara berlarut-larut hampir selama 29 tahun di kawasan strategis tersebut. Dalam upaya penyelesaian sengketa lahan tersebut, pemerintah daerah melibatkan seluruh stakeholder terkait, utamanya TNI dan Polri. Alhamdulilah, dengan peran Jajaran TNI melalui Korem 162 Wirabhakti yang ikut aktif mem-back up Pemerintah Daerah dan Polda NTB, sengketa lahan tersebut akhirnya dapat dituntaskan hanya dalam waktu 6 bulan. Bahkan penyelesaian sengketa lahan itu menjadi acuan pemerintah pusat untuk menyelesaikan kasus lahan di kawasan yang sama di daerah lain di Indonesia.

Berkat dukungan itulah, kini pemerintah terus bersinergi membangun dan mengembangkan sektor pariwista di NTB untuk mewujudkan kesejateraan masyarakat. Termasuk menjadikan NTB sebagai pusat destinasi hal dunia (world halal tourism). Dengan itu, dua tahun berturut turut NTB meraih penghargaan the World best halal tourism destination. Dengan penghargaan itu, angka kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke NTB semakin meningkat setiap tahunnya. Tahun 2016 lalu jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB mencapai angka 3,2 juta wisatawan.

Dalam perjalanannya membanguan sektor ini, pemerintah daerah tidak bekerja sendiri. Sejumlah stakeholder turut dilibatkan sebagai upaya kerjasama untuk membangun daerah, salah satunya adalah TNI.  Terima kasih TNI, Semoga tetap menjadi Garda Pertahanan Negara yang senantiasa dicintai oleh rakyat. Amiin.