GUBERNUR TGB TEKANKAN 8 HAL AGAR DIATENSI KEPALA OPD

Kamis, 12 Oktober 2017 - 19:46:07 WIB
Oleh: Admin Humas NTB
Dibaca 45 kali
 | Kategori: Berita NTB Bersaing
Gubernur NTB, Dr. TGH. M.Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) dalam Rapat Pimpinan (RAPIM) yang dihadiri Wagub, H. Muh Amin, Sekda NTB, H Rosiady Sayuti,P.hD dan seluruh Kepala organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (12/10/17) menekankan 8 (delapan ) hal sebagai direktif yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh OPD Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Kedelapan direktif tersebut, yakni : Pertama, kepada seluruh kepala OPD dimintanya untuk memaksimalkan realisasi anggaran Tahun 2017 sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Saat itu Beliau sempat mewarning jajarannya. "Jangan sampai deviasi antara target dengan realisasi atau capaian terlalu besar sehingga menyebabkan capaian kinerja menjadi kecil," tegas TGB. Kemudian hal kedua yang menjadi atensi Gubernur adalah terkait dengan penyelesaian dokumen pelaksanaan pengalihan beberapa kewenangan yang merupakan amanah undang-undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah, termasuk didalamnya adalah penyelesaian masalah terkait beberapa kendala yang menyebabkan belum tuntasnya proses pengalihan aset yang mengikuti pengalihan wewenang baik dari pemerintah Kabupaten /Kota ke pemerintah Provinsi maupun maupun sebaliknya. Terkait dengan hal itu, TGB meminta seluruh pejabat terkait agar proaktif melakukan langkah- langkah penyelesaian. Selain itu upaya penuntasan dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran, juga nenjadi point ketiga yang mendapat penekan khusus dari TGB, baik yang terkait dengan Bansos maupun aset, agar dilaksanakan secara akuntabel. Kemudian hal keempat, Gubernur meminta laporan dari seluruh Kepala OPD terkait capaian inovasi yang sudah direncanakan sebelumnya. "Saya minta laporan tentang pelaksanaan Inovasi itu disampaikan laporan secara tertulis kepada gubernur," ujarnya. Kelima, Gubernur TGB memerintahkan semua OPD agar memberikan dukungan penuh dalam upaya mensukseskan beberapa event besar yang akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat. Diantaranya, kegiatan konferensi International Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar Mesir dengan Tema "moderasi islam: Dimensi dan orientasi," yang di laksanakan oleh Organisasi Internasional alumni Al Azhar Cabang Indonesia. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 4(empat) hari mulai tanggal 17-20 oktober 2017 di Islamic Center NTB. Dalam waktu yang hampir bersamaan, NTB juga menjadi Tuan Rumah kegiatan Mitra Praja Utama (MPU). Disusul Muktamar GPII yang dilaksanakan dari tanggal 26-29 oktober 2017 yang dipusatkan di Asrama Haji Nusa Tenggara Barat, serta pada tanggal 23-26 November 2017 juga akan diselenggarakan Musyawarah Nasional Nahdlatul Ulama. Gubernur TGB berharap seluruh event nasional dan international tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Sehingga dibutuhkan dukungan kerjasama yang baik dari berbagai pihak. "Mari tunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik," ajak Gubernur TGB. Keenam, berkaitan dengan pelaksanaan Hut NTB pada tanggal 17 desember 2017, yang direncanakan berlokasi di Ex Bandara Selaparang dengan melibatkan masyarakat, siswa sekolah dan seluruh komponen masyarakat, TGB mengingatkan seluruh jajarannya agar menyiapkan dengan baik sehingga gebyar pelaksanaan peringatan HUT NTB tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Hal yang ketujuh menjadi direktif Gubernur adalah penanganan kekeringan akibat kemarau panjang. Beliau meminta kepada OPD terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan strategis guna mengatasi dampak kekeringan tersebut. "Jangan sampai kekeringan berimbas kepada persoalan lain seperti gangguan keamanan, sosial dan ekonomi masyarakat," tegasnya. Terakhir Gubernur mengingatkan kepada kepala OPD agar turut menjaga kondisi menjelang perhelatan politik tahun 2018. Dalam menghadapi perhelatan Pilkada serentak 2018 semua pejabat dimintanya untuk tetap menJaga netralitas dan turut serta mensosialisasikan Pilkada yang memberi edukasi politik kepada masyarakat, sehingga perhelatan politik tersebut benar benar menjadi wadah masyarakat dalam menyampaikan hak suara, tidak justru menjadi pemecah belah masyarakat. Sebelumnya, dalam laporannya, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, P.hD menyampaikan bahwa Rapim kali ini memfokuskan pembahasan pada tiga permasalahan utama yaitu progres kinerja sampai dengan 10 Oktober 2017, masalah keuangan dan masalah aset. Sekda yang akrab disapa Pak Ros itu, juga melaporkan kemajuan fisik dan keuangan beserta kendala kendala yang dihadapi serta alternatif solusi untuk mengatasinya.