GUBERNUR TGB: KEMAJUAN NTB SAAT INI BERKAT DUKUNGAN PUSAT

Jumat, 09 Maret 2018 - 16:01:09 WIB
Oleh: Admin Humas NTB
Dibaca 592 kali
 | Kategori: Berita NTB Bersaing

Pada Diskusi Nasional bertajuk Pencapaian3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (9/3/2018) Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemerintah pusat, atas segala macam bentuk dukungan pembangunan kepada NTB. Terutama pembangunan Infrastruktur sehingga NTB memiliki kemantapan infrastruktur yang tinggi. Infrastruktur sebagai salah satu daya ungkit ekonomi di NTB. Sehingga saat ini, berkat dukungan pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Ir. H. Joko Widodo, ekonomi NTB berhasil tumbuh dengan baik sebesar 7,1 persen di atas nasional. Bahkan, kalau prinsip kemantapan infrastruktur ini terus diupayakan oleh presiden Jokowi, Gubernur yakin NTB bahkan Indonesia akan terus mengalami kemajuan.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan support pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, alhamdulillah ekonomi NTB tumbuh 7,1 % tanpa tambang”, ungkap Gubernur pada acara yang menghadirkan Kepala Staf Presiden Dr. Moeldoko sebagai keynote speaker-nya.

Untuk itu, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrabnya mengajak masyarakat NTB untuk berterima kasih, karena berterima kasih adalah merupakan etika yang paling tinggi, sedangkan akhlak yang paling mulia itu adalah bersyukur, ujarnya. Selain itu, Gubernur paraih ratusan penghargaan tersebut memberikan motivasi kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia, khususnya di NTB, agar menyikapi kondisi sosial sebagai suatu tantangan, bukan sesuatu yang harus diratapi. Oleh karenanya, TGB yakin dan selalu berpandangan positif kepada pemerintah untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dari hasil diskusi yang dilakukan, Gubernur memberikan catatan kepada pemerintah pusat terhadap dua hal. Sektor pembangunan infrastruktur, agar tidak hanya yang berskala besar saja yang menjadi prioritas pemerintah, seperti jalan TOL, akan tatapi infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan akses masyarakat juga diharapkan menjadi sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini. Sehingga konektivitas distribusi arus ekonomi dari masyarakat dapat berjalan dengan baik, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang merasakan pembangunan infrastruktur tersebut.

Selain itu, dalam proses pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini, agar melibatkan masyarakat melalui kegiatan padat karya yang telah ada, sehingga masyarakat akan menjadi bagian dari proses pembangunan itu, serta dapat merasakan dampak dari proyek-proyek infrastruktur yang ada saat ini.

“Saya harap tidak hanya jalan TOL saja yang menjadi prioritas, tapi juga infrastruktur yang berkaitan dan menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu saya juga berharap, dalam proses pembangunan infrastruktur melibatkan masyarakat melalui program padat karya, agar mereka merasa sebagai bagian dari proses pembangunan itu”, harapnya.

Sedangkan  sektor ekonomi, Gubernur menilai saat ini kurangnya kegiatan sosial keagamaan di masyarakat akibat dari berkurangnya transaksi ekonomi sosial masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tumbuh pesatnya ritel-ritel modern yang mengurangi transaksi tradisional masyarakat. Menurutnya hal ini cukup berbahaya, karena selama ini kegiatan sosial kemasyarakat yang timbul dari hasil transaksi tradisional masyarakat melalui pasar-pasar tradisional memiliki peran sangat efektif dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat sehingga terhindar dari perbuatan kriminal dan radikalisme. “Saya khawatir dengan hilangnya kegiatan sosial kemasyarakatan akibat dari pertumbuhan ritel modern akan merusak transaksi tradisional yang sudah ada, sehingga menyebabkan masyarakat untuk berbuat kriminal dan radikal”, ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar segala macam bentuk kebiijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, agar disiapkan jaring pengamannya, sehingga tidak merusak jaringan ekonomi sosial kemasyarakatan yang sudah ada.