Kajian Bersama AA Gym, TGB Kupas Larangan Saling Mencela

Selasa, 10 Juli 2018 - 16:22:19 WIB
Oleh: Admin Humas NTB
Dibaca 262 kali
 | Kategori: Berita NTB Bersaing

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memberikan tausiah pada Kajian Tauhid yang diadakan Darut Tauhid Jakarta yang bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (8/7). Dihadapan ribuan jamaah yang hadir, gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) itu tampil bersama Ustadz Kondang KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Di hadapan ribuan jamaah yang hadir, TGB menjelaskan bahwa Islam sangat melarang hamba-Nya untuk saling mencela satu sama lain. Tidak hanya itu, Allah juga melarang untuk mengolok-olok atau memanggil dengan sebutan yang tidak baik, berprasangka buruk, mencari kesalahan orang lain dan saling mengghibah. Ke enam sifat yang dilarang itu jelas TGB, sesuai dengan Firman Allah dalam surah Al-Hujurat.

"Kata para ulama biasanya perintah yang dijabarkan secara detail ini, merupakan perintah-perintah yang sering dilupakan oleh manusia. Salah satunya adalah 6 sifat di Surat Hujurat yang disampaikan oleh guru kita Aa Gym tadi," jelas TGB.

Pada Surat tersebut, menurut TGB, Allah tidak cukup dengan perintah yang global yaitu memerintahkan kita untuk berbuat baik dan memberi maaf. Namun juga memerintahkan atau melarang hal-hal secara detail, seperti melarang manusia untuk tidak melakukan 6 sifat yang dijelaskan Allah dalam surah Al- Hujurat tersebut.

"Tidak hanya sesama muslim tetapi juga kepada teman kita yang non-muslim. Jika kita bisa melindungi diri kita dari hal-hal ini, hampir-hampir sempurna Islam kita," ujar TGB.

Dikisahkan dahulu, sahabat Rasulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasalam, Usamah membunuh lawan perangnya yang sudah terpojok. Terdengar kabar kepada Rasul bahwa Usamah tetap membunuh lawannya tersebut meskipun lawannya itu sudah bersyahadat. Alasan Usamah kepada Rasul, bahwa dia bersyahadat hanya karena terpojok.

"Rasul menjawab, apakah kamu sudah belah dadanya dan kamu tau pasti bahwa ucapannya itu karena terpaksa? Bukan karena keikhlasan? Dari cerita itu kita belajar bahwa memperlakukan orang yang berbeda agama pun kita tidak boleh melewati batas sebagai manusia. Mencoba menilai jiwa dan hati orang lain. Serahkan semuanya kepada Allah. Seperti kaidah para ulama, kita cukupkan pada apa yang tampak. Untuk yang tersembunyi, Allah yang punya urusan," jelas TGB.

TGB menambahkan, jika perintah Allah pada surat Hujurat tadi dapat kita amalkan, lebih tertib kehidupan sosial, lebih nyaman kita berbangsa, lebih guyub dan lebih kokoh ukuwah kita. "Jadi kalau ada orang bertanya apa yang bisa kita ambil dari Al Qur'an pada kehidupan modern ini. Ayat-ayat pada Surat Hujurat adalah bukti nyata bahwa Al Qur'an selalu relevan dalam kehidupan kita," tambah TGB