Desa Wisata Gili Indah bentuk kelompok masyarakat pengolah sampah

Desa Wisata Gili Indah bentuk kelompok masyarakat pengolah sampah

Lombokinfo.co.id, Lombok Utara – Geliat pariwisata di NTB terus bertumbuh mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Keindahan alam Lombok – Sumbawa yang disuguhkan semakin tersohor, tak hanya ditingkat nasional melainkan juga menjadi perhatian dunia. Seperti kawasan wisata Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara yang selalu menjadi primadona wisatawan dari mancanegara. Kawasan pulau kecil di Lombok Utara inipun diresmikan menjadi Desa Wisata Indah agar pengelolaannya lebih dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Sekaligus menunjang kawasan wisata yang ramah investasi.

Desa Gili Indah terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Gili Trawangan, Dusun Gili Meno dan Dusun Gili Air. Desa ini telah menjadi tujuan wisatawan sejak tahun 1980an. Dengan ditetapkannya Desa Gili Indah ini sebagai desa wisata, Kepala Desa (Kades) Gili Indah, Suburuddin berharap pemerintah daerah, provinsi dan pusat lebih memperhatikan Desa Gili Indah.

“Banyak hal hal yang perlu kita tingkatkan dan lebih banyak perhatian dari pemerindah daerah, provinsi, maupun pemerintah pusat pengembangan tiga gili ini menjadi tujuan wisata,” ungkap Suburuddin.

Saat ini Desa Gili Indah berkonsentrasi pada masalah lingkungan tepatnya, pengolahan sampah yang berasal dari perusahaan dan rumah tangga. Melalui peranan kelompok swadaya masyarakat (KSM).

“KSM ini terbentuk dari sebuah komunitas yang telah diberikan SK oleh pemerintah daerah, diberikan kuasa untuk melakukan pengolahan sampah di masing masing gili. Dikarenakan fasilitas belum terbangun, metode yang digunakan adalah pengumpulan sampah. Sampah-sampah di ambil dari perusahaan dan rumah – rumah kemudian itu dikumpulkan dipelabuhan lalu diangkut ke TPS di Tanjung, Lombok Utara,” jelasnya.

Kades Desa Gili Indah juga telah menganggarkan pengadaan transportasi pengangkutan sampah, yang ramah lingkungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2019.

“Rencana kedepan setelah fasilitas selesai dibangun, kita akan kelola. Kita pilah di rumah-rumah, tidak lagi dibuang ke TPS. Mulai tahun kemarin kita sudah anggarkan melalui APBDes untuk pengadaan kendaraan listrik sebagai tranportasi pengumpulan sampah. Karena di sini tidak boleh ada kendaraan bermotor,” katanya.

Suburuddin mengungkapkan, sekitar 70% wisatawan yang datang ke Desa Gili Indah berasal dari Pulau Dewata, Bali. Hal tersebut didukung dengan adanya fast boat, penyeberangan langsung.

“Alhamdulillah saat ini wisatawan sudah banyak berdatangan. Target kunjungan dari desa saat low season (bulan januari dan februari) yang datang ke tiga gili melalui fast boat sebanyak 1000 (seribu) wisatawan. Kalau sudah masuk high season, kunjungan bisa sampai 3000 (tiga ribu) wisatawan,” pungkas Suburuddin.

Hms

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )